Jumat, 31 Agustus 2018
Cadangan gas alam
Cadangan gas bumi Indonesia tercatat mencapai 144,06 trilion cubic feet (TCF) per Januari 2016 lalu. Jumlah tersebut terdiri dari cadangan terbukti mencapai 101,22 TCF dan potensial 42,84 TCF.
Harta karun selanjutnya setelah emas dan batu bara adalah gas alam. Indonesia benar- benar bak surga yang didalamnya ada berbagai macam hal yang dibutuhkan umat manusia. Sumber daya alam penting lainnya yang dimiliki tanah Indonesia adalah gas alam. Gas alam yang paling besar di Indonesia berada di Blok Natuna dan juga Blok Cepu. Gas alam ini sangatlah penting keberadaannya.
Selain gas alam keduanya juga memproduksi minyak Bumi yang merupakan hajat hidup masnyarakat di dunia.
Namun, seperti halnya tambang emas di Papua, karena beberapa faktor maka tambag gas alam tersebut dikelola oleh pihak asing. Perusahaan dalam negeri sendiri yang mengelola minyak Bumi adalah PT. Pertamina yang semakin hari semakin memperbaiki kualitas diri dan siap bersaing di dunia Internasional.
Anggota Komisi VII DPR RI, Andi Yuliani Paris mengatakan, cadangan tersebut akan habis dalam 48 tahun, jika asumsi tingkat produksi gas per tahun mencapai 3 TCF. Namun, jumlah itu baru 12,3 persen dari total perkiraan cadangan gas bumi nasional.
"Cadangan gas tersebut tersebar dari Sabang sampai Merauke. Terbesar berada di Natuna mencapai 49,87 persen. Itu berdasarkan data Ditjen Migas Kementerian ESDM pada Januari 2016," ujarnya di Makassar, Kamis (2/11).
Dia memaparkan cadangan kedua terbesar berada di Sumatera mencapai 28,79 persen. Dengan sebaran, Nangroe Aceh Darussalam sebesar 7,56 persen, Sumatera Utara 0,8 persen, Sumatera Tengah 7,51 persen, Sumatera Selatan 12,92 persen.
Terbesar ketiga berada di Papua mencapai 19,03 persen. Keempat, Maluku mencapai 16,73 persen dan Kalimantan 14,75 persen. Sementara, Pulau Jawa hanya memiliki cadangan gas bumi sebesar 12,27 persen.
"Paling rendah Sulawesi, cadangan gasnya hanya 2,66 persen," tegas Andi. [idr]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar